Selasa, 08 Maret 2011

Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran


Media sebagai sarana penyampaian pesan pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih efektif dan efesien. Namun demikian, untuk memilih media secara tepat berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai haruslah mempertimbangkan karakteristik masing-masing media  tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemilihannya.
Alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran adalah didasarkan pada konsep pembelajaran sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri attas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika dilihat dari prosedur pengembangan desain pembelajaran, maka langkah-langkahnya diawali dari perumusan tujuan (khusus dan umum), dilanjutkan dengan perumusan materi untuk menunjang ketercapaian tujuan, penentuan strategi pembelajaran dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta penentuan evaluasi yang tepat sesuai dengan tujuan. Mekanisme tersebut menggambarkan pendekatan sistem dalam pembelajaran di mana media sebagai bagian dari sistem tersebut tentunya memiliki kedudukan yang penting pula. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pemilihan media dalam pembelajaran harus juga memperhatikan prinsip-prinsip pendekatan sistem tersebut, sehingga penggunaan media dalam pembelajaran akan memberikan kebermaknaan dalam belajar (meaningful learning).
Sebelum membicarakan kriteria dalam memilih media, terlebih dahulu harus dibedakan antara 2 (dua) macam media, yaitu (1) media yang dimanfaatkan atau “media by utilization”, artinya media jadi yang biasanya dibuat secara komersial dan terdapat di pasaran bebas dan tinggal memilih dan memanfaatkannya. Seperti karton, tape, radio, buku, peta, dan lain sebagainya yang tersedia di toko-toko buku atau swalayan. Dan (2) media yang dirancang atau “media by design” yaitu media yang harus dipersiapkan, dirancang dan dikembangkan sendiri untuk kepentingan pembelajaran. Hal ini karena medianya belum ada di pasaran atau karena terbatasnya media yang tersedia.
Pemilihan media dalam proses pembelajaran hendaknya mempertimbangkan hal-hal  sebagai berikut:
1.      Tujuan belajar (objective), yaitu tujuan yang akan dicapai dari penggunaan media dalam pembelajaran. Apakah tujuan tersebut bersifat kognitif, afektif atau psikomotorik?, dan pada aspek yang manakah titik beratnya? atau apakah materi yang diajarkan bersifat informasi verbal, materi untuk menanamkan sikap atau untuk mengajarkan keterampilan tertentu?.
2.      Karakteristik sasaran (Audience), yaitu kelompok atau subjek pembelajaran (apakah anak-anak, orang dewasa atau masyarakat umum, dan juga apakah mereka memiliki kelebihan atau kekurangan dari sisi prestasi akademik, social, ekonomi atau sisi yang lain).
3.      Biaya (Cost), yaitu kemampuan finansial yang tersedia. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan media tersebut? apakah dana yang ada telah mencukupi, apakah media yang dikeluarkan seimbang dengan kemungkinan hasil yang akan dicapai, dan apakah ada media lain yang lebih murah tetapi tujuan tetap tercapai?.
4.      Karakteristik media, yaitu kemampuan masing-masing media. Harus diingat bahwa jenis media tertentu mungkin lebih cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu di banding media yang lain.
5.      Mutu Teknis, yaitu apakah medianya tergolong masih baik atau kurang dari segi audionya, visualnya atau dari sisi elektronik lainnya. Jangan paksakan menggunakan media yang sudah kualitas gambar dan suaranya jelek, hanya sekedar supaya ada variasi.
6.      Kesesuaian di lapangan, yaitu medianya acceptable apa tidak. Kondisi lapangan perlu dipertimbangkan. Misalnya adat istiadat, budaya, agama, fasilitas yang ada di lingkungan sekolah, dan lain-lain
7.      Ketersediaan dan Kelayakan, yaitu jenis media tersebut apakah tersedia di lingkungan kita atau sekolah dan layak untuk di pakai atau tidak? Mungkinkah kita memperolehnya? Kalau ada, apakah sekolah memiliki peralatan untuk menggunakannya, tenaga yang merawat atau mengoperasikannya? Dan jika tidak ada dan harus membuat, adakah bahan-bahan, waktu dan tenaganya?
8.      Waktu (Time), yaitu penggunaan media tersebut bagaimana dari sisi penggunaan waktunya, apakah lebih cepat, lamban atau sedang. Sehingga kita bisa mengestimasi penggunaan media tersebut dari segi ketersediaan waktu.
Pemilihan media dalam pembelajaran menurut Dick and Carey (1978) harus didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan : (1) Tujuan Prilaku Belajar, (2) Ketersediaan Sumber Setempat, (3) Ketersediaan Dana, tenaga dan fasilitasnya, dan (4) Faktor keluesan, kepraktisan dan ketahanan media dalam waktu lama. Sementara menurut Gerlach and Ely (1980) bahwa pertimbangan pemilihan media juga didasarkan atas : kualitas teknis media, harga, ketersediaan, dan  kemampuan guru dan siswa. Dan Prof. Ely menegaskan pula bahwa pemilihan media itu hendaknya memperhatikan Tujuan, Isi (materi), karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, dan prosedur penilaian.
Kriteria khusus lainnya yang dapat kita gunakan untuk memilih media pembelajaran yang tepat dapat mempertimbangkan faktor Acces, Cost, Technology, Interactivity, Organization, dan Novelty (ACTION). Penjelasan dari akronim tersebut sebagai berikut:
·         Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa
·         Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
·         Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya.
·         Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan mental.
·         Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber belajar yang mengelola).
·         Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya tarik bagi siswa yang belajar.
            Media-media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure (VISUALS). Penjelasan dari syarat tersebut adalah:
·         Visible atau mudah dilihat, artinya media yang digunakan harus dapat memperikan keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya;
·         Interesting atau menarik, yaitu media yang digunakan harus memiliki nilai kemenarikan. Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untuk memperhatikan pesan yang disampaikan melalui media tersebut;
·         Simple atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat pada in-efesiensi dalam pembelajaran;
·         Useful atau bermanfaat, yaitu media yang digunakan dapat bermanfaat dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan,
·         Accurate  atau benar, yaitu media yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik materi atau tujuan pembelajaran. Atau dengan kata lain media tersebut benar-benar valid dalam pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran;
·         Legitimate atau Sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang (seperti guru);
·         Structure atau tersetruktur artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan disampaikan melalui media tersebut.
            Menurut wilkinson, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih media pembelajaran, yakni:
1.         Tujuan
Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
2.         Ketepatgunaan
Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik.
3.         Keadaan siswa
Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Msialnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
4.         Ketersediaan
Walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
5.         Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.
Dengan kriteria pemilihan media di atas, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang lebih tepat untuk membantu mempermudah tugas-tugasnya sebagai pemelajar. Kehadiran media dalam proses pembelajaran jangan dipaksakan sehingga mempersulit tugas guru, tetapi harus sebaliknya yakni mempermudah guru dalam menjelaskan bahan pembelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
            Dalam hubungannya dengan penggunaan media dalam waktu berlangsungnya pembelajaran setidak-tidaknya digunakan guru dalam situasi sebagai berikut:
·         Perhatian siswa terhadap pembelajaran sudah berkurang akibat “kebosanan” mendengarkan uraian guru.
·         Bahan pembelajaran yang dijelaskan guru kurang dipahami siswa. Dalam situasi ini sangat bijaksana apabila guru menampilkan media untuk memperjelas pemahaman siswa mengenai bahan pembelajaran.
·         Terbatasnya sumber pembelajaran. Tidak semua sekolah mempunyai buku sumber, atau tidak semua bahan pembelajaran ada pada buku sumber. Situasi seperti itu menuntut guru untuk menyediakan sumber tersebut dalam bentuk media. Seperti peta, globe, model, diorama, media grafis, dan lain-lain.
·       Guru tidak bergairah untuk menjelaskan bahan pembelajaran melalui penuturan kata-kata (verbal) akibat terlalu lelah disebabkan telah mengajar terlalu lama. Misalnya dengan menampilkan bagan atau grafik dan siswa diminta untuk menganalisa materi yang ada pada bagan atau grafik tersebut.
Hal yang perlu diperhatikan guru setiap akan memilih media, metode atau bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembelajaran, yaitu menyangkut (a) peserta didiknya, (b) tujuan belajarnya, (c) lingkungan belajar, dan (d) ketersediaan sumber belajarnya.

C. Prosedur Pemilihan Media
            Dalam pemilihan media ada beberapa model yang dapat digunakan. Model-model tersebut di antaranya dengan menggunakan (1) model bagan arus yaitu dengan cara menggunakan sistem pengguguran dalam keputusan pemilihannya, (2) model matriks yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai seluruh criteria pemilihannya diidentifikasi dan (3) model checklist yang juga menangguhkan keputusan sampai semua kriteria terpenuhi.
C.1. Prosedur Pemilihan Media Pemanfaatan
            Untuk jenis media pemanfaatan, Erickson dan Curl (1972) mengembangkan proses pemilihannya dalam bentuk checklist sebagai berikut:
1.      Apakah materinya penting dan berguna bagi siswa?
2.      Apakah dapat menarik minat siswa untuk belajar?
3.      Apakah ada kaitan yang mengena dan langsung dengan tujuan khusus yang hendak dicapai?
4.      Bagaimana format penyajiannya diatur memenuhi sekuensi atau tata urutan belajar?
5.      Apakah materi yang disajikan mutakhir dan otentik?
6.      Apakah konsep dan faktanya terjamin kecermatannya?
7.      Apakah isi dan presentasinya memenuhi standar selera?
8.      Bila tidak, apakah ada keseimbangan controversial?
9.      Apakah pandangannya objekif dan tidak mengandung unsure propaganda dan sebagainya?
10.  Apakah memenuhi standar kualitas teknis? (gambar, narasi, efek, warna, dan sebagainya)
11.  Apakah struktur materinya direncanakan dengan baik oleh produsernya?
12.  Apakah sudah dimantapkan melalui proses uji coba atau validasi? Oleh siapa, kondisinya, karakteristik sasarannya, dan sejauhmana hal tersebut berhasil?
Beberapa pertanyaan tersebut, perlu diketahui jawabannya. Sehingga media yang akan dipilih adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan dari pertanyaan yang diajukan itu. Karena terkadang orang memilih media bukan atas pertimbangan-pertimbangan akademik melainkan karena kemauannya sendiri. Sehingga dalam penggunaannya tidak dapat memenuhi tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut.


C.2. Prosedur Pemilihan Media Rancangan
Untuk jenis media rancangan, Anderson (1976) memakai pendekatan flowchart. Pendekatan pemilihan media yang digunakannya berdasarkan pandangan bahwa pemilihan media merupakan bagian integral dari pengembangan pembelajaran. Dalam pemilihan media ini, Anderson mengemukakan 6 (enam) langkah penentuan media, sebagai berikut:
·         Langkah Pertama: Menentukan apakah pesan yang disampaikan itu untuk tujuan pembelajaran atau hanya sekedar informasi atau hiburan. Kalau bukan untuk pembelajaran, maka diabaikan (STOP)
·         Langkah Kedua, Menetapkan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran (instruksional) atau alat bantu mengajar (alat peraga). Jika untuk alat bantu mengajar saja maka diabaikan juga
·         Langkah Ketiga, Menentukan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar tersebut digunakan strategi afektif, kognitif atau psikomotorik
·         Langkah Keempat, Menentukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok untuk strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan (criteria) kebijakan, fasilitas yang ada, kemampuan produksi dan biaya
·         Langkah Kelima, Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih bila perlu mengkaji kembali dengan alternative nomor 4 sebelum mulai dengan proses selanjutnya
·         Langkah Keenam, Perencanaan pengembangan produksi media tersebut.

1 komentar:

  1. trima kasih postingannya ... sngat membantu sekali :)

    BalasHapus